Tuesday, March 2, 2010

Tyranny of the Malaysian bureaucracy — Lim Teck Ghee

http://www.themalaysianinsider.com/index.php/opinion/breaking-views/54640-tyranny-of-the-malaysian-bureaucracy--lim-teck-ghee

Tyranny of the Malaysian bureaucracy — Lim Teck Ghee

FEB 26 — During the last few days we have had two clear examples of how tyrannical and vicious the Malaysian bureaucracy can be, and how unyielding it is to any reform measures or initiatives. This Mr Hyde side of the Malaysian bureaucracy is not the usual dark side that the Malaysian public is familiar with — one associated with inefficiency, laziness, poor service, abuse of power or corruption.

It is one that is part and parcel of the hidden racially-charged context of our institutions and it smacks of the ideology of Malay dominance — or even Malay supremacy — that the civil service has come to personify. This is the dark side that is generally kept away from public scrutiny and accountability, not only because it runs against the grain of what a modern, progressive and representative civil service is, but also because it is regarded as politically incorrect to discuss or analyse it.

The first example appeared just two weeks ago when a courageous whistleblower, Dr Selvaa Vathany, a doctor from the Orang Asli Affairs Department (JHEOA) Hospital, Gombak made startling claims of rampant malpractice, misappropriation of resources and other wrongdoings by the hospital staff and associated agencies of government dealing with the Orang Asli.

Dr Selvaa is not your ordinary whistleblower. Providing details on the importance of healthcare and medical assistance for the Orang Asli — their children are 15 times more likely to die from malnourishment compared to other children — she revealed that for entire communities “essentials given out are limited to one to two bottles of cooking oil, six to eight tins of canned food, two packets of 400g Milo, 15 to 20 small packets of milk powder, 10 to 20 diapers, two bottles of detergent and 10 to 20 pairs of slippers, per visit. These are distributed at random… If the villagers are lucky, distribution could be as frequent as once in every two to three months”.

She noted that “a tin of infant milk is divided into six small packets with 15 to 20 packets distributed to a village of between 250 to 500 people”.

All of this is strong circumstantial evidence that resources meant for Orang Asli communities are hijacked, possibly by the very people entrusted with the responsibility of distributing them to these vulnerable groups.

In her press conference, she also pointed to an institutional defect in which individuals without medical training and incapable of following Health Ministry protocols and standards were made hospital administrators and were appointed from the Rural and Regional Development Ministry.

Most tellingly, she pointed to an extensive cover-up of the scandal with little or no follow-up to the complaints made to the Prime Minister’s Department, Rural and Regional Development Ministry, Health Ministry, Chief Secretary, Public Service Department and Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC).

The only follow-up that has taken place appears to have been the thuggish and unacceptable response of the team from the Rural and Regional Development Ministry who “questioned the complaint… made by the Orang Asli in an unprofessional manner”, and threatened and attempted to intimidate them.

For her professionalism and integrity in speaking out on behalf of a marginalised and impoverished community, Dr Selvaa is now being transferred to Kedah where presumably she will be left to rot and to rue her courageous challenge of the status quo.


OUTSIDERS CONTROLLING THE ORANG ASLI

The second example also relates to the Orang Asli and it concerns the response of the Orang Asli Affairs Department to the demand for increased representation at the management level in government agencies formed to handle Orang Asli affairs.

According to the group raising these concerns, the JHEOA is staffed by over-80 per cent non-Orang Asli, resulting in decisions not favourable to their needs and the marginalisation of Orang Asli voices in important policies that affect their livelihoods.

This is not the first time that such concerns have been raised. During the past 50 years we have had a constant stream of written petitions, memoranda, press statements, expert reports and academic work that have drawn attention to the way in which the government has violated the basic rights of the Orang Asli and analyzed how the JHEOA and associated government agencies have been the main instruments for control and repression of the community.

In response, the Government has simply ignored them or opted for delaying tactics.

In this particular instance, in typical foot-dragging response, the department’s Director-General Mohd Sani Mistram said that the group should have gone through the “proper channels” to air their grievances and that it was an “internal matter” between the Orang Asli and the department.

Both these cases — the punishment meted out to a whistleblower and the cold shoulder treatment of legitimate Orang Asli grievances — epitomise how dangerous it is for our democratic system to remain silent or passive in the face of an increasingly out of touch and unrepresentative civil service. They are the tip of the iceberg of many unexposed and undisclosed abuses that needs to be put in the spotlight of public scrutiny.

At the end of the day, the most effective public scrutiny that can realistically have an immediate impact on these cases of rogue individuals and agencies of the civil service that are throttling the Orang Asli is that coming from Malay intelligentsia and Malay civil society.

Indeed, some Malay colleagues have shown goodwill in helping the Orang Asli to correct some of the “historical injustices” that have been perpetrated on the original inhabitants of the Peninsula. It could make a difference if Malay leaders are willing to take up the case of Dr Selvaa and stop her victimization by the Ministry of Rural and Regional Development.

At the same time, more Malaysians of conscience need to step up to the plate if the Orang Asli community is to regain their rightful place in the country. — CPI Asia

Thursday, February 25, 2010

Isu tanah: 30 Orang Asli berdemo di Gombak

Isu tanah: 30 Orang Asli berdemo di Gombak: "Sekumpulan 30 Orang Asli menyertai perhimpunan di depan Hospital Orang Asli Gombak tengah hari ini kerana membantah apa yang mereka dakwa salah guna kuasa oleh Jabatan Hal Ehwal Orang Asli (JHEOA), melibatkan layanan hospital seliaan jabatan itu.
Dalam satu petisyen berkaitan perkara itu, hospital di bawah seliaan jabatan berkenaan didakwa melakukan penganiayaan kepada masyarakat berkenaan.
Perhimpunan itu diketuai Sokyen Man, 40, yang mendakwa mewakili penduduk kampung tersebut. Mereka sebelum itu mengutip tandatangan penduduk kawasan penempatan Orang Asli di situ bagi menyokong petisyen tersebut.
Selanjut"

Thursday, January 28, 2010

Rindu dengan Aki..


Tanggal 9 Julai 2008, genap 100 hari Aki pergi....

Ucapan terima kasih dari kami sekeluarga kepada yang pernah mendekati Aki walau tidak pernah berjumpa dengan beliau..Juga derma yang boss dan kak Rie berikan. kami amat menghargai pemberian itu...dan abah sudah katakan kepada umum tentang pemberian itu ( ia wajib dalam adat)

Setelah ketiga-tiga kenduri mendiang Aki, aku hadiri...baru hari ini hati aku tenang kembali dan rasanya semangat aku kembali semula kepada aku...tidak seperti sewaktu Mendiang mula pergi dulu...

Mungkin waktu itu aku masih tak boleh terima kawan yang selalu aku mengadu masalah...telah pergi tinggalkan aku...kawan yang selalu aku buat joke...kawan yang selalu aku merungut bila bercakap dengan aku dia guna bahasa cina....tapi dengan cucu lain cakap bahasa asli...kesalnya aku bila aku tak manfaat apa yang diajar...

Sebelum mendiang meninggal...beliau ada memberi pesan agar rumah beliau dibakar apabila beliau meninggal. Namun, hanya dalam bulan 5 baru rumah beliau dibakar...dalam jangka waktu rumah tidak dibakar...aku sering didatangi mimpi. Ada yang mengatakan mimpi itu kerana aku tidak boleh terima mendiang pergi...ada yang mengatakan mimpi aku itu kerana mendiang ada hutang...ada juga yang mengatakan bahawa hajat beliau tidak ditunaikan (rumah yang tidak dibakar).

Aku sedaya mungkin bertanya kepada sesiapa sahaja yang pernah berurusan dengan mendiang (sebab Aki ada membuka kedai kecil). tapi tak ada seorang yang kata mendiang ada hutang...aku kenal Aki dia seorang yang tak suka berhutang...sebab dia akan panggil aku untuk kira semua barang yang dia beli...paling tidak, kerja aku adalah menyusun barang dalam rumah kedai dia...tapi aku tidak pasti jika waktu itu aku tidak ada dirumah. Tapi untuk puaskan hati, aku tanya juga kepada setiap orang...sampaikan aku sendiri bayar niat mana tahu aku sendiri ada hutang walaupun hutang itu hanya hutang janji.

Pada malam keberapa (aku tak ingat) sewaktu di Jerman, aku ada bermimpikan Aki....dalam mimpi dia hanya tersenyum kepada aku...dia ada cakap sesuatu tapi aku tak ingat apa butir-butir bicara mendiang...aku langsung tak sabar untuk balik ke malaysia masa tu memang apatah lagi aku tak sihat masa tu...

Waktu diPhilipina aku mimpi lagi perkara yang sama...tapi aku tak cerita kepada sesiapa...aku hanya menanti untuk pulang sahaja..dan lihat sendiri apa yang sebenarnya dah belaku...Ya...bila aku pulang...ke kampung rumah aki dah pun dibakar...rupanya itulah hutang mendiang yang terakhir yang belum dibayar...Pun begitu waktu aku lalu di depan rumah aki ( waktu balik Kg) aku nampak memang sebiji rumah aki...masih cantik sewaktu dia pergi dulu...tak ada semak...(waktu tu petang). keesokan pagi nya aku terkejut sangat bila melihat rumah aki hanya tinggal tiang dengan arang, juga tandas yang ditinggalkan.Bila aku tanya kepada kakak...dalam hujung bulan 5 rumah tu dibakar...baru terjawab mimpi aku
...

apa yang menarik untuk aku kongsikan lagi adalah sewaktu uncle aku mahu menanam batu nisan...mereka terkejut ada kesan tapak kaki harimau di atas makam mendiang...(Mak kata Tampok Aki) sebab aki seorang bomoh...dulu aki ada cerita dia ada beri makan haiwan itu sewaktu dia menanam pagi di dusun milik kami. (kami panggil dusun bongkos) kawasan hutan air pertang..mengikut cerita mereka jika lambat kami membuat kenduri 7 hari (simen)...atau jika liang tidak dalam mungkin makam mendiang akan digali.

Aku lah yang selalu Aki marah sebab suka merayap dalam hutan...cari bunga hutan laa...buah hutan laa...walau pun aku tak tahu nama...bila dah aku kumpul...semua tu aku bagi dekat Aki untuk tahu nama pokok tu secara oral jer la...nanti lama sikit aku lupa..kalau aku catit nama-nama pokok yang dia bagi tahu...mesti dah bannyak...itulah kerugian aku, keinginan untuk tahu itu hanya secara oral sahaja..sebab dari orang tuakan.

Tapi sekarang aku dapat rasakan yang semangat aku dah kembali...malah aku sudah tidak menangis lagi tak macam hari tu satu minggu aku balik KL...aku masih manangis...sampaikan terpaksa bertanya kepada niniek Sagong Tasi..semangat aku ikut dia sebab waktu dia dikebumikan aku nangis teruk. sebab itu kenapa aku masih menangis walau dalam hati tak mahu menangis...tapi now aku sudah boleh terima.

Terima kasih kepada boss sebab bagi pelepasan cuti kepada saya untuk kali ini..dan hari-hari yang sebelum ini (mendiang sudah pulangkan semangat saya). Walau saya juga ingin mengetahui secara live tentang Orang Laut...Tapi hati saya kata saya mesti balik...nasib baik bos tak marah hehehhe. kerana saya mahu setiap makanan yang dihidangkan untuk mendiang ada daripada air tangan saya...kerana dia selalu merungut jika saya tak masak untuk dia...sewaktu hayat mendiang.

Terima kasih juga kepada Sze ning....dialah yang selalu membantu saya sewaktu saya dalam keadaan langsung tak ada semangat untuk kerja...untuk apa sahaja...semenjak aki saya pergi..Kalau boss angry dengan keadaan akak yang tak ada semangat...dialah yang banyak tolong...saya tak salah kan boss ... dia tak tahu apa yang berlaku kepada saya.

Kak Rieta juga tak jemu jadi mesin rakaman untuk saya mengadu...banyak yang akak bantu saya sepanjang saya dalam kabut...pengalaman sewaktu akak kehilangan ninek (grandma) buat saya cuba kuat...saya amat menghargai..terima kasih..

Maafkan saya jika saya banyak menyusahkan you all semua...saya amat mengesali apa yang berlaku ke atas diri saya...saya juga mohon maaf jika saya banyak menyukarkan kerja. banyak kerja yang tak siap kerana jiwa saya yang separuh hidup dan mati..field trips terutamanya...jika saya buat semua jadi tak happy dalam trips kerana keadaan saya yang macam orang gila saya rasa... kekadang saya buat happy sedangkan saya langsung tak happy. mungkin juga kekadang kata-kata saya menyinggung perasaan you all semua. sekarang saya rasa saya sudah kembali semangat saya walau ianya sedikit...sedikit...sedikit...

P/S: Upacara yang lengkap akan dimasukan kemudian...

Sekian,,
Jenita Engi

Tuesday, January 26, 2010

UNDRIP

huhu..sekali lagi mood untuk menyentuh blog sentiasa datang pada hanya bulan kesayangan saya..januari. mungkin masa ni otak pun fresh dengan idea untuk menaip atau tumpuan sudah lari. pada kali ni saya rasa tertarik untuk berkongsi mengenai UNDRIP.

apa itu UNDRIP?
Dalam bahasa maksud UNDRIP adalah Deklarasi Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu terhadap Hak Orang Asal atau dalam english United Nation Declaration on the Rights of Indigenous Peoples.

Apa Benda ni?
ini adalah hak atau undang-undang antarabangsa orang asal untuk melindungi hak-hak orang asal seluruh dunia spt melindungi budaya kita, tanah kita dan juga cara hidup kita..jika kita di semenanjung, selain akta 134 tu, deklarasi ini juga seharusnya dipraktikan supaya hak kita juga sama seperti masyarakat yang lain. sebenarnya masyarakat kita orang asal banyak keistimewaan yang tiada pada masyarakat lain..kita sangat rapat dengan alam..kita sangat rapat dengan budaya kita..kita sangat rapat dengan adat kita..kita sangat rapat dengan bukan sahaja alam ini tetapi alam yang lagi satu..itulah kita..kita mudah membezakan bentuk-bentuk masyarakat lain..dengan hanya melihat kepada bahasa mereka..jangan lupa bahawa kita juga mempunyai kepercayaan yang sangat turun termurun yang sebenarnya tidak perlu untuk kita praktikan kepercayaan yang baru atau lain..kerana pada asasnya semua adalah sama untuk kebaikan dan membawa kemanfaatan dan juga kesejahteraan..

jadi, kenapa wujud deklarasi ini?
perlaksanaan undang-undang ini adalah bertujuan untuk memastikan supaya kesemua 370 juta orang asal sedunia tidak akan berhadapan dengan diskriminasi ataupun ekspoitasi. biasa lah ni jika kita dengar mana-mana negara masyarakat orang kita tetap juga menjadi yang terkecil dan mudah tertindas..kenapa? seperti yang saya sudah bila..tiada bangsa lain yang sangat istimewa seperti kita yang banyak memberi ruang dan toleransi kepada orang lain demi negara..betul ker? cuba kita fikirkan dan kaitan dengan movie avatar..siapa yang sudah menonton cerita tu..itulah persamaan perkara ini..

berapa lama masa yang telah diambil untuk membentuk deklarasi ini?
proses perbentukan UNDRIP telah mengambil masa lebih 20 tahun sejak tahun 90an lagi. ini telah melibatkan konsultasi dan pandangan dari kerajaan-kerajaan, pakar-pakar dan orang asal dari seluruh dunia..termasuklah negara kita..tu yang bagus nak dengar tu..jadi tidak salahlah jika negara kita pun dapat mempraktikan deklarasi ini..

bila pula deklarasi ini telah diiktiraf?
13 September 2007 merupakan detik bersejarah setelah hampir setengah abad perdebatan demi perdebatan dan pada tanggal tarikh ini merupakan pengiktiran daripada United Nation atau Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu bagi negara-negara menghormati dan mempraktikan deklarasi ini di negara masing-masing. negara kita sahaja sudah dua kali mengundi untuk menerima UNDRIP ini..jadi..kita harus membantu untuk melaksanakannya..

Tahu tak apa yang terkandung di dalam Deklarasi ini..?
ha..ini secara asas sahaja untuk dikongsikan..mungkin dalam tahun ini satu buku panduan sedang dalam proses. ok. antara bahagian pentiang adalah

Bahagian 1
hak Asasi- ini semua berkaitan hak-hak kita sebagai manusia dan kesamarataan dengan masyarakat yang lain.etc

Bahagian 2
Kehidupan & keselamatan - kiranya kita ni tidak salah untuk mempraktikkan kehidupan kita sendiri sebagai orang asal yang biasa kita lalui seharian. antarnya identiti kita, kerakyatan kita, kedamaian dan kebebasan kita, etc

Bahagian 3
Budaya, Agama & Bahasa - budaya turun temurun adalah hak kita, sebarang pengambilan budaya dan warisan harus dikembalikan kepada kita semula. spt tempat suci masyarakat kita, perkuburan, sejarah dan paling penting bahasa kita..semua tu kita berhak untuk mempraktikan dan mempertahankan serta mengamalkan tiada mana-mana pihak yang boleh mengubah itu semua, jika ia beralasan untuk pembangunan..baik lupakan sahaja.

Bahagian 4
Pendidikan, Media & Pekerjaan - ini lebih kepada generasi masa depan dan peranan kita sebagai generasi masa kini. ini berkaitan dengan pengajaran budaya dan bahasa kita sendiri selain kita berhak untuk mendapat akses media disamping kita seharusnya tidak didiskriminasikan dalam mencari peluang pekerjaan kerana peluang untuk semua bangsa adalah sama.

Bahagian 5
Pembangunan & Penglibatan - pernah degar FPIC atau Izin-MABT? ha..ini yang special sedikit. free, Prior Inform Consent (FPIC) or Keizinan berasaskan makluman Awal bebas dan telus, adalah sangat penting apabila ia bersangkut paut dalam proses membuat keputusan terhadap isu-isu yang memberi kesan kepada kehidupan kita. seperti jika sebarang projek/ undang-undang/ tindakan/ polisi yang dirancang oleh kerajaan atau bukan kerajaan. semua mesti melibatkan persetujuan dan perundingan serta makluman awal harus diberikan kepada masyarakat kita sebelum dimulakan. kita juga harus bebas untuk bersetuju tanpa paksa, rasuah dan ancaman dalam menerima sesuatu perundingan. juga telus dalam memberi informasi kepada kita dan ianya haruslah benar dan melibatkan kesan baik dan buruk. jadi dalam bahagian ini menyatakan bahawa kita berhak untuk memberi pandangan, pendapat dan sebagainya.

Bahagian 6
Tanah & Sumber - bahagian ini lebih kepada mengakui hubungan diantara orang asal dan tanah kita, juga hak kita untuk memiliki dan membangunkan tanah kita. antaranya sekiranya tanah kita diambil untuk projek pembangunan tanpa Izin-MABT ia mesti dikembalikan atau diganti rugi oleh kerajaan atau pihak yang terlibat. selain itu juga bahagian ini juga menyatakan tentang hak kita ke tas sumber-sumber seperti hutan dan sungai, dimana persetujuan daripada kita mesti diperolehi terlebih dahulu sebelum sumber-sumber ini diambil daripada kita, dan sebagainya lah..ini cuma sharing secara asas ajer..

Bahagian 7
Pemerintahan Sendiri & Undang-Undang Asal - ini lebih kepada hak kita untuk menentukan jatidiri kita sebagai orang asal disamping mendapat hak kewarganegaraan masing-masing, selain kita juga berhak untuk mempertahan kan institusi kita dan adat resam, kerohanian, amalan dan sebagainya. disamping itu kita berhak untuk membuat pilihan bentuk pembangunan tanah dan sumber kita.

Bahagian 8
Perlaksanaan - bahagian ini menyatakan apa yang perlu dilaksanakan oleh kerajaan dan PBB untuk memastikan UNDRIP dituruti dan diamalkan oleh semua negara. artikel dalam bahagian ini menyatakan juga tentang persetujuan-persetujuan awal dengan kerajaan mesti dilaksanakan dan kerajaan mesti mengadakan perundangan yang menyokong hak-hak orang asal dalam deklarasi ini. bantuan kewangan dan teknikal perlu dihulurkan agar orang asal dapat menikmati hak-hak seperti yang dinyatakan dalam deklarasi ini. sekiranya hak-hak yang ada dalam deklarasi ini tidak dipatuhi kerajaan mesti mengambil tindakan yang sepatutnya.

Bahagian 9
Aplikasi UNDRIP - dalam bahagian ini ia lebih kepada bagaimana tindakan awal yang boleh dilakukan, antaranya kerajaan-kerajaan bertanggungjawab untuk mempromosikan dan mengamalkan hak-hak orang asal antarabangsa ini dinegara masing-masing.etc.


P/s: bagi yang sudah biasa dengan UNDRIP bersama-samalah kita untuk mempromosikan ia sebagai salah satu undang-undang yang penting sama seperti akta orang asli. bukan untuk menyalahkan sesiapa tetapi kita sama-sama membantu mana yang kurang dan mana yang kita kekadang lupa dan alpa.

Bahan utama drpd JOAS..

Wednesday, January 14, 2009

Orang Asli

Sudah lama rasanya enak tidak melanjutkan tulisan enak tentang Orang asli...sinonim nya seperti yang enak katakan dahulu enak akan masukkan segala info yang berkaitan orang asli...

Disini enak senaraikan link untuk memudahkan anda semua mengetahui info yang berkaitan dengan masyarakat enak....mengapa pada masa kini Orang Asli tampil kedepan untuk menuntut hak kami kerana sudah ada kesedaran dari dalam hati tentang hak milik mereka...mengapa banyak nyer kes keluar di kaca telivisyen juga di dada surat khabar...kerana kesedaran info yang selama ini Orang Asli tidak sedar akan kewujudan nyer....kerana apa...kerana kami tidak pandai membaca dan tidak pula pandai menulis..bagaimana mudah untuk kami membuka mata tentang hak kami...kalau anda semua buka laman web www.coac.org.my banyak isu berkaitan kes tanah, isu hak asasi, boleh anda baca....selain kebudayaan, dan yang paling enak kagum dan minati dalam web COAC adalah buku-buku ilmuan yang berkaitan orang asli yang sukar anda cari di kedai-kedai biasa.

selain itu mungkin ada antara kalangan anda semua yang berminat dengan kraftangan Orang Asal dan ingin membeli secara online boleh masuk ke laman web www.elevyn.com

Sekadar untuk berkongsi pengetahuan dengan anda semua terutama kalangan masyarakat enak yang tidak pernah membaca akta 134 yang mana akta ini terkandung dalam undang-undang malaysia.

Tuesday, January 13, 2009

Belaja'r Bahasa Temuan - 2

Kamus ringkas

untuk kali ini elok enak rasa jika enak buat secara ringkas kamus perkataan...releks sikit kan..tapi perkataan yang biasa digunakan oleh temuan kampung akak sahaja..

Ayah : Ayah, Abah,Bah

Mak : Ma'ak

Abang : Ge'ek, Abang

Kakak : Ga 'uk, kakak

Makcik : Te'e'wo (kakak Mak/ayah), E'nak (Adik Mak/ayah-tak kira sepupu dia atau saudara)

pakcik : Wa'ak (Abng Ayah/mak), Mamak (Adik Ayah/mak)

nenek : Genui, wan

datuk : Aki, nini'ek

Moyang : Muyang

sepupu : sepupu'uk

Saudara : sedaa'ak

Ipar : e'paa (kakak/abang/adik)

Suami : Laki'ek

Isteri : Bini'ek



Saya : akuk

Dia : di'ak, di'yeng

Awak/kamu : Ong

korang (ramai) : Gun

semua : Semuha'ak, semuhai

mereka : gidi'ek, gedi'eng

kita : Kita'ak

Kami : kami'en


Rambut : raa'mut

Mata : mata'ak

Kulit : Kuli'et

Telinga : telinga'ak

Hidung : hie'dung

Mulut : Mulut

Dagu : dagu'uk

pipi : pipi'ek

Dahi : Kening

Gigi : gigi'ek

Lidah : Lidah

Leher : lehe'ir

Bahu : Bahu'uk

Dada : Dada'ak

Tangan : Tanga'an

Jari : Je'iek

Kuku : kuku'uk

Perut : Pe'ut

Peha : Paha'ak

Betis : Beti'eh

Lutut : lutu'ut

Kaki : kaki'ek

Tumit : centu'ul


Makan : Maka'an

Minum : Minu'un

masak : masa'ak

Tidur : tiduu

Bangun : Bangki'et

Jalan : jala'an

kerja : ke'e'jak

hari : hari'ek, a'eik

pagi : pagi'ek

Petang : peta'ang

malam : gela'ap

panas : teri'ek, panas

sejuk : seju'uk

ketawa : tegeli'ek

marah : ma'ah

senyum : tersengi'eh,senyum

minta : minta'ak

hendak : hena'ak

boleh : buli'eh

ada : ada'ak

Tiada : ni'ak


kayu/pokok : kayu'uk

buah : buah

sayur : sayu

durian : de'ie'an

rambutan : mutan

nangka : nangka'ak

kerdas : ke'e'das

petai : petai

jering : je'ieng

kelapa : klapo, ni'u

jambu : jamu'uk


ubi kayu : hubi'ek

pucuk paku : pucu'uk pakuk

keladi : keladi'ek

labu : labu'uk

keledek : klede'ek

kangkung : kangkung

saloun : seterey

kunyit : kunyi'et

daun pijat : semomoq

halia : hali'ak

sirih : siri'eh

Pinang : pina'ang

isi : e'siek


periuk : pe'e'uk

kuali : kuali'ek

senduk : senu'uk

sudu : sudu'uk

pinggan : pinga'an

mangkok : mangkok

besen kecil : mimpu'un

besen besar : lu'yang


Hmhm, nampaknya sampai disini dulu, untuk kali ini...kita akan sambung semua bila ada kesempatan nanti...segala ejaan dalam kamus ringkas enak ini adalah berdasarkan penggunaan seharian enak dirumah...

Friday, November 28, 2008

belaja'r bahasak temuan

seperti'ek yang E'nak dah janji'ek kan hari'ek tuk. E'nak akan gunak kan ruangan bahasak temuan enin untuk semu'ak belaja'r bahasak kamin uang temuan.

tai'ek e'nak akan menggunak'kan ayat semasa, yang selaluk kitak gunak seharian.

perkenalan.

siapa nama anda?
sapak namak ong?

nama saya jeni
nama'ak akuk jeni.

dari mana?
dari'ek manak?

Saya dari negeri sembilan
akuk dari'ek negeri'ek semilan

awak bekerja dimana sekarang?
ong ke'e'jak dekat manak seka'ang?

sekarang saya bekerja di subang jaya.
seka'ang akuk ke'e'jak dekat subang jaya.

ulang alik atau menetap di sana?
ulang ali'ek atau duduk tetap dekat nun?

saya menetap di sana, memandangkan tiada kenderaan sendiri.
akuk duduk dekat nun, memanang'kan ni'ak kende'an senie'ek.

selalu tak balik kampung?
selalu koh bali'ek kampung?

tak lah selalu, dalam sebulan tu sekali balik, dalam dua tiga hari bercuti.
nyap lah selalu, dalam sebulan tuk sekali'ek bali'ek, dalam du'ak tigak hari'ek cuti.

di subang duduk dengan siapa?
de subang duduk dengan sapak?

saya duduk dengan kawan.
akuk duduk dengan kawan.

keluarga kerja apa di kampung?
kelu'a'gak ke'e'jak apak de kampung?

keluarga saya bekerja sebagai penoreh getah dan bekebun.
kelu'a'gak akuk ke'e'jak motong getah dan ke'e'jak kebun.

jauh tak kampung dari pekan?
jauh koh kampung dari'ek pekan?

tak jauh, dalam 2.5 km sahaja.
nyap jauh, dalam 2.5(duak.limak) km hajak.

boleh kami datang melawat kampung awak?
buli'eh kamin datang melawat kampung ong?

boleh, bila-bila masa sahaja, yang penting bagi tahu dulu.
buli'eh bilak-bilak masak hajak, yang penti'eng bagi'eh tahuk dehuluk.


P/S: ok, sampai sini dulu bagi sesi pengenalan..e'nak akan ajar bahasak temuan ikut kesuaian penggunaan semasa. juga mengikut sesi yang e'nak ketegorikan.